Data Desa - moyo

Data Desa Moyo

Selamat Datang di Halaman DESA Moyo - Kecamatan Moyo Hilir - Kabupaten Sumbawa - Provinsi Nusa Tenggara Barat
Profil Pekerjaan Pendidikan Agama Status Kawin Umur Pemilih Berita Fasilitas Perangkat
Profil Desa Moyo

Profil Desa Moyo

Nama Desa/Kel MOYO
Kode Desa 5204092005
Kecamatan Moyo Hilir
Kabupaten Sumbawa
Koordinat -8.5253150, 117.4893730
Kode Pos -
Alamat Kantor -
Telepon -
Email -
Kepala Desa/Lurah -
Jumlah Penduduk 2,175
Website https://desa-moyo.sumbawakab.go.id/
Ringkasan Kependudukan
Total
2,175
Laki-laki
1,102
Perempuan
1,073
Sex Ratio
102.70

Struktur Umur:
Balita: 0 | Anak: 1 | Produktif: 1,770 | Lansia: 404

Pendidikan:
Rendah: 640 | Menengah: 1,100 | Tinggi: 396

Pekerjaan:
Petani: 639 | Nelayan: 1 | Buruh: 7
Karyawan: 58 | Pedagang: 12 | Wiraswasta: 0
PNS: 41 | Belum Bekerja: 595

Ringkasan Profil:

Berdasarkan hasil pengolahan data kependudukan pada wilayah desa, jumlah penduduk tercatat sebanyak 2,175 jiwa, terdiri dari 1,102 laki-laki dan 1,073 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 102.70. Komposisi penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif (81.4%), menunjukkan potensi tenaga kerja yang tinggi. Kelompok usia anak sebesar 0.0% dan lansia sebesar 18.6%. Tingkat ketergantungan penduduk berada pada 18.6% yang menggambarkan beban tanggungan penduduk produktif. Proporsi lansia cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian layanan kesehatan dan sosial. Dari sisi pendidikan, dominasi berada pada pendidikan menengah (51.5%) yang menunjukkan perkembangan cukup baik. Dalam bidang pekerjaan, dominasi berada pada sektor berbasis sumber daya alam (84.4%) seperti pertanian dan perikanan. Struktur ekonomi menunjukkan karakter wilayah agraris yang didominasi aktivitas pertanian dan perkebunan sebagai sektor utama masyarakat. Sebagai desa, aktivitas masyarakat masih didominasi sektor berbasis sumber daya alam dengan pola sosial yang lebih komunal dan lokal. Secara umum, wilayah ini memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup baik dengan dominasi usia produktif. Diperlukan penguatan berkelanjutan pada sektor pendidikan, ekonomi, dan lapangan kerja agar pembangunan dapat berjalan lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.