Data Desa - poto

Data Desa Poto

Selamat Datang di Halaman DESA Poto - Kecamatan Moyo Hilir - Kabupaten Sumbawa - Provinsi Nusa Tenggara Barat
Profil Pekerjaan Pendidikan Agama Status Kawin Umur Pemilih Berita Fasilitas Perangkat
Profil Desa Poto

Profil Desa Poto

Nama Desa/Kel POTO
Kode Desa 5204092009
Kecamatan Moyo Hilir
Kabupaten Sumbawa
Koordinat -8.4995464, 117.4845268
Kode Pos 84381
Alamat Kantor Jln. Moyo
Telepon 081337077931
Email
Kepala Desa/Lurah FATHUL MUIN
Jumlah Penduduk 2,604
Website https://desa-poto.sumbawakab.go.id/
Ringkasan Kependudukan
Total
2,604
Laki-laki
1,270
Perempuan
1,334
Sex Ratio
95.20

Struktur Umur:
Balita: 0 | Anak: 8 | Produktif: 2,040 | Lansia: 556

Pendidikan:
Rendah: 714 | Menengah: 1,235 | Tinggi: 572

Pekerjaan:
Petani: 1,152 | Nelayan: 0 | Buruh: 1
Karyawan: 130 | Pedagang: 5 | Wiraswasta: 1
PNS: 41 | Belum Bekerja: 562

Ringkasan Profil:

Berdasarkan hasil pengolahan data kependudukan pada wilayah desa, jumlah penduduk tercatat sebanyak 2,604 jiwa, terdiri dari 1,270 laki-laki dan 1,334 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 95.20. Komposisi penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif (78.3%), menunjukkan potensi tenaga kerja yang tinggi. Kelompok usia anak sebesar 0.3% dan lansia sebesar 21.4%. Tingkat ketergantungan penduduk berada pada 21.7% yang menggambarkan beban tanggungan penduduk produktif. Proporsi lansia cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian layanan kesehatan dan sosial. Dari sisi pendidikan, dominasi berada pada pendidikan menengah (49.0%) yang menunjukkan perkembangan cukup baik. Dalam bidang pekerjaan, dominasi berada pada sektor berbasis sumber daya alam (86.6%) seperti pertanian dan perikanan. Struktur ekonomi menunjukkan karakter wilayah agraris yang didominasi aktivitas pertanian dan perkebunan sebagai sektor utama masyarakat. Sebagai desa, aktivitas masyarakat masih didominasi sektor berbasis sumber daya alam dengan pola sosial yang lebih komunal dan lokal. Secara umum, wilayah ini memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup baik dengan dominasi usia produktif. Diperlukan penguatan berkelanjutan pada sektor pendidikan, ekonomi, dan lapangan kerja agar pembangunan dapat berjalan lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.