Data Desa - kerato

Data Desa Kerato

Selamat Datang di Halaman DESA Kerato - Kecamatan Unter Iwes - Kabupaten Sumbawa - Provinsi Nusa Tenggara Barat
Profil Pekerjaan Pendidikan Agama Status Kawin Umur Pemilih Berita Fasilitas Perangkat
Profil Desa Kerato

Profil Desa Kerato

Nama Desa/Kel KERATO
Kode Desa 5204222005
Kecamatan Unter Iwes
Kabupaten Sumbawa
Koordinat -8.5041740, 117.4149590
Kode Pos -
Alamat Kantor -
Telepon -
Email -
Kepala Desa/Lurah -
Jumlah Penduduk 4,423
Website https://desa-kerato.sumbawakab.go.id/
Ringkasan Kependudukan
Total
4,423
Laki-laki
2,219
Perempuan
2,204
Sex Ratio
100.68

Struktur Umur:
Balita: 0 | Anak: 12 | Produktif: 3,603 | Lansia: 808

Pendidikan:
Rendah: 1,370 | Menengah: 1,593 | Tinggi: 1,249

Pekerjaan:
Petani: 463 | Nelayan: 0 | Buruh: 37
Karyawan: 153 | Pedagang: 80 | Wiraswasta: 55
PNS: 188 | Belum Bekerja: 1,085

Ringkasan Profil:

Berdasarkan hasil pengolahan data kependudukan pada wilayah desa, jumlah penduduk tercatat sebanyak 4,423 jiwa, terdiri dari 2,219 laki-laki dan 2,204 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 100.68. Komposisi penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif (81.5%), menunjukkan potensi tenaga kerja yang tinggi. Kelompok usia anak sebesar 0.3% dan lansia sebesar 18.3%. Tingkat ketergantungan penduduk berada pada 18.5% yang menggambarkan beban tanggungan penduduk produktif. Proporsi lansia cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian layanan kesehatan dan sosial. Dari sisi pendidikan, dominasi berada pada pendidikan menengah (37.8%) yang menunjukkan perkembangan cukup baik. Dalam bidang pekerjaan, dominasi berada pada sektor non-pertanian (52.6%) seperti jasa, perdagangan, dan pemerintahan. Struktur ekonomi menunjukkan karakter wilayah agraris yang didominasi aktivitas pertanian dan perkebunan sebagai sektor utama masyarakat. Sebagai desa, aktivitas masyarakat masih didominasi sektor berbasis sumber daya alam dengan pola sosial yang lebih komunal dan lokal. Secara umum, wilayah ini memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup baik dengan dominasi usia produktif. Diperlukan penguatan berkelanjutan pada sektor pendidikan, ekonomi, dan lapangan kerja agar pembangunan dapat berjalan lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.