Data Desa - maronge

Data Desa Maronge

Selamat Datang di Halaman DESA Maronge - Kecamatan Maronge - Kabupaten Sumbawa - Provinsi Nusa Tenggara Barat
Profil Pekerjaan Pendidikan Agama Status Kawin Umur Pemilih Berita Fasilitas Perangkat
Profil Desa Maronge

Profil Desa Maronge

Nama Desa/Kel MARONGE
Kode Desa 5204240002
Kecamatan Maronge
Kabupaten Sumbawa
Koordinat -8.6704023, 117.7068916
Kode Pos -
Alamat Kantor -
Telepon -
Email -
Kepala Desa/Lurah -
Jumlah Penduduk 4,711
Website -
Ringkasan Kependudukan
Total
4,711
Laki-laki
2,368
Perempuan
2,343
Sex Ratio
101.07

Struktur Umur:
Balita: 0 | Anak: 5 | Produktif: 3,852 | Lansia: 854

Pendidikan:
Rendah: 1,308 | Menengah: 2,577 | Tinggi: 748

Pekerjaan:
Petani: 2,224 | Nelayan: 0 | Buruh: 2
Karyawan: 75 | Pedagang: 14 | Wiraswasta: 1
PNS: 67 | Belum Bekerja: 1,095

Ringkasan Profil:

Berdasarkan hasil pengolahan data kependudukan pada wilayah desa, jumlah penduduk tercatat sebanyak 4,711 jiwa, terdiri dari 2,368 laki-laki dan 2,343 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 101.07. Komposisi penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif (81.8%), menunjukkan potensi tenaga kerja yang tinggi. Kelompok usia anak sebesar 0.1% dan lansia sebesar 18.1%. Tingkat ketergantungan penduduk berada pada 18.2% yang menggambarkan beban tanggungan penduduk produktif. Proporsi lansia cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian layanan kesehatan dan sosial. Dari sisi pendidikan, dominasi berada pada pendidikan menengah (55.6%) yang menunjukkan perkembangan cukup baik. Dalam bidang pekerjaan, dominasi berada pada sektor berbasis sumber daya alam (93.3%) seperti pertanian dan perikanan. Struktur ekonomi menunjukkan karakter wilayah agraris yang didominasi aktivitas pertanian dan perkebunan sebagai sektor utama masyarakat. Sebagai desa, aktivitas masyarakat masih didominasi sektor berbasis sumber daya alam dengan pola sosial yang lebih komunal dan lokal. Secara umum, wilayah ini memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup baik dengan dominasi usia produktif. Diperlukan penguatan berkelanjutan pada sektor pendidikan, ekonomi, dan lapangan kerja agar pembangunan dapat berjalan lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.