Data Desa - motong

Data Desa Motong

Selamat Datang di Halaman DESA Motong - Kecamatan Utan - Kabupaten Sumbawa - Provinsi Nusa Tenggara Barat
Profil Pekerjaan Pendidikan Agama Status Kawin Umur Pemilih Berita Fasilitas Perangkat
Profil Desa Motong

Profil Desa Motong

Nama Desa/Kel MOTONG
Kode Desa 5204060004
Kecamatan Utan
Kabupaten Sumbawa
Koordinat -
Kode Pos -
Alamat Kantor -
Telepon -
Email -
Kepala Desa/Lurah -
Jumlah Penduduk 6,292
Website -
Ringkasan Kependudukan
Total
6,292
Laki-laki
2,972
Perempuan
3,320
Sex Ratio
89.52

Struktur Umur:
Balita: 0 | Anak: 10 | Produktif: 5,114 | Lansia: 1,168

Pendidikan:
Rendah: 2,011 | Menengah: 3,148 | Tinggi: 1,026

Pekerjaan:
Petani: 1,672 | Nelayan: 0 | Buruh: 2
Karyawan: 74 | Pedagang: 18 | Wiraswasta: 4
PNS: 87 | Belum Bekerja: 1,987

Ringkasan Profil:

Berdasarkan hasil pengolahan data kependudukan pada wilayah desa, jumlah penduduk tercatat sebanyak 6,292 jiwa, terdiri dari 2,972 laki-laki dan 3,320 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 89.52. Komposisi penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif (81.3%), menunjukkan potensi tenaga kerja yang tinggi. Kelompok usia anak sebesar 0.2% dan lansia sebesar 18.6%. Tingkat ketergantungan penduduk berada pada 18.7% yang menggambarkan beban tanggungan penduduk produktif. Proporsi lansia cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian layanan kesehatan dan sosial. Dari sisi pendidikan, dominasi berada pada pendidikan menengah (50.9%) yang menunjukkan perkembangan cukup baik. Dalam bidang pekerjaan, dominasi berada pada sektor berbasis sumber daya alam (90.0%) seperti pertanian dan perikanan. Struktur ekonomi menunjukkan karakter wilayah agraris yang didominasi aktivitas pertanian dan perkebunan sebagai sektor utama masyarakat. Sebagai desa, aktivitas masyarakat masih didominasi sektor berbasis sumber daya alam dengan pola sosial yang lebih komunal dan lokal. Secara umum, wilayah ini memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup baik dengan dominasi usia produktif. Diperlukan penguatan berkelanjutan pada sektor pendidikan, ekonomi, dan lapangan kerja agar pembangunan dapat berjalan lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.